oleh

APPI Akan Gelar Aksi Minta Ketua KPU Halmahera Dicopot dan Dipenjarakan

WARTARAKYAT.ID – Aliansi Pergerakan Pemuda Indonesia (APPI) akan menggelar aksi untuk meminta Ketua KPU Halmahera Selatan, Darmin H Hasim dicopot dari jabatannya. Darmin dianggap telah mencoreng nama baik pejabat negara karena diduga memalsukan dokumen negara.

Kepastian aksi copot Ketua KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Halmahera Selatan ini disampaikan oleh koordinatorlapangan (korlap) APPI Reza. Ditemui di kawasan Jakarta Timur, Minggu (4/8/2019), ia menyampaikan dalam waktu dekat akan menyampaikan pemberitahuan aksi ke Polda Metro Jaya.

“Minggu ini pemberitahuan aksi “Copot dan Penjarakan Ketua KPU Halmahera Selatan” kami masukkan. Rencananya kami akan melakukan aksi di Mabes Polri, DKPP dan KPU Pusat,” kata Reza.

Aktivisnasional ini menjelaskan, aksi tersebut dilakukan karena Darwin diduga memalsukan dokumen negara. Ketua KPUD Halmahera Selatan dua periode ini diduga memalsukan sejumlah dokumen pada perceraian dengan istrinya Vivian Anggraeni. Ia diduga merekayasa alamat domisili Vivian Anggraeni, ketika memasukkan dokumen perceraian di Pengadilan Agama Labuha. Hal ini tercantum dalam register perkara nomor 98/Pdt.G/2018/PA.Lbh pada tanggal 16 Mei 2018.

Baca Juga :  Rahmat Himran Akan Polisikan Haidary Terkait Fitnah di Media Massa

Dalam berkas perkara cerai yang diajukan Darmin ke Pengadilan Agama Labuha melalui kuasa hukumnya menjelaskan bahwa status domisili pihak tergugat Vivian Anggareni di Kampung Tua Desa Mandaong, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan. Reza menuturkan, alamat tinggal Vivian Anggareni saat gugatan tersebut diajukan adalah kota Bogor.

“Ini terbukti dalam akta perceraian yang diterbitkan Pengadilan Agama Labuha Halmahera Selatan. Dengan Nomor 98/Pdt.G/2018/PA.Lbh pada 21 Agustus 2018. Disitu menyebutkan, Vivian Anggraeni beralamat di Desa Mandaong, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan. Padahal dalam surat pernyataan talak yang dibuat, Darmin menyebutkan Vivian Anggraeni beralamat di Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor,” jelas Reza.

Baca Juga :  Kompas 02 M16: Tiga Pesan Ustad Abu Bakar Baasyir Untuk Umat
Lanjut korlap APPI, bukti tersebut juga dikuatkan dengan informasi yang didapat, bahwa Vivian tidak tahu jika dirinya digugat cerai Ketua KPU Halmahera. Ia baru tahu saat Darmin akan menikah dengan perempuan lain sehari sebelum hari pernikahan suaminya.

“Menurut informasi yang saya dapat, tanggal 21 September 2018 bu Vivian dapat kabar kalau suaminya mau nikah tanggal 22 September. Beliau kaget. Karena selama ini dirinya merasa belum pernah digugat cerai. Saya juga mendengar kalau bu Vivian akan melaporkan Darmin ke Mapolda Maluku Utara,” ujar Reza.

Aktivis nasional ini menegaskan, dasar inilah yang membuat APPI merasa perlu untuk melakukan aksi. Karena apa yang dilakukan oleh Darmin tersebut telah mencoreng integritas pejabat publik. Sangat disayangkan seorang Ketua KPU Halmahera Selatan diduga memalsukan dokumen negara.

Baca Juga :  Kapolres Jakarta Pusat: Blokade Jalan Thamrin Sudah Dibuka

“Karena itu APPI meminta DKPP untuk mencopot Darmin H Hasim dari jabatan Ketua KPU Halmahera Selatan. Kami juga minta KPU Pusat untuk bertanggung jawab atas perilaku Darmin. Penjarakan Darmin karena diduga melakukan pemalsuan dokumen dan kesaksian palsu di depan pengadilan. APPI juga mendukung langkah Vivian Anggraeni untuk mengambil langkah hukum atas perbuatan Darmin,” tegas Reza. (AMN)

Loading...

Baca Juga