oleh

Pemprov DKI Jakarta Tutup Tiga Griya Pijat di Pondok Indah

Detikperistiwa – Gubernur DKI Jakarta melalui Pemprov DKI Jakarta kembali menutup tiga tempat usaha yang diduga terdapat praktek prostitusi, judi dan peredaran narkoba. Tiga izin atau tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) yang dicabut adalah Griya Pijat O2, Gives dan NYX yang berada di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Kepala Satpol PP DKI, Yani Wahyu Puwoko di Jakarta, Jumat malam (5/10/2018) membenarkan kabar tersebut. Dikatakan bahwa penutupan dilakukan oleh Satpol PP Pemprov DKI karena ketiga griya pijat tersebut terbukti kedapatan tindak prostitusi terselubung.

“Ketiga tempat itu adalah hasil dari pada temuan langsung di lapangan, menyajikan atau memperdagangkan manusia sehingga terjadi perbuatan asusila atau prostitusi di lokasi tempat usahanya.” jelas Kepala Satpol PP Pemprov DKI

Penutupan itu didasarkan pada Pasal 38 Ayat 2 Huruf k Peraturan Gubernur Nomor 18 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata. Yani menegaskan, pengusaha tempat hiburan itu wajib menutup tempat usahanya karena terbukti melanggar. Penutupan dilakukan pada JUmat pukul 15.30 WIB di Jalan Iskandar Muda, Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Baca Juga :  Pengendara Sepeda Ontel Tewas Tertabrak Bus Transjakarta

“Untuk Gives itu karaoke, bar, dan griya pijat. NYX cuma griya pijat, TDUP-nya itu doang. Kalau yang O2 itu griya pijat, spa, mandi uap, karaoke, bar. Ditutup semua,” tegas Yani.

Seperti yang diketahui, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sebelumnya telah menutup sejumlah tempat hiburan malam di wilayah Jakarta. Melalui Pergub 18 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata, Anies membuat Pemprov DKI berhak menutup langsung tempat hiburan. Tanpa surat peringatan bila terbukti pelanggaran narkoba, judi, dan prostitusi.

Gubernur DKI Jakarta menegaskan, bahwa Pergub DKI nomor 18 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata. Peraturan ini efektif dibuat untuk menindak diskotek atau tempat hiburan malam bandel secara cepat dan tuntas. Anies mengatakan, dirinya tak akan pandang bulu dalam menindak tempat hiburan yang terbukti melakukan pelanggaran, seperti adanya praktik prostitusi dan narkoba.

Anies pun berpesan agar pengelola tempat hiburan malam tidak main-main dengannya dengan mencoba melanggar aturan yang ada. Ia mengaku tidak akan mengirimkan orang untuk berbuat kasar. Namun ia hanya akan berkirim secarik kertas dan memastikan semua dilakukan sesuai aturan.

Baca Juga :  La Ode Basir: Kursi DKI 2 Lebih Tepat Buat Erwin Aksa

“Bahwa kita mengeksekusi ini untuk menegakkan aturan, pesan buat semuanya jangan main-main. Sekarang aturannya jelas, begitu kejadian langsung kami tutup, kejadian langsung kami tutup,” tegas Anies. (SDM)

Loading...

Baca Juga