Dahlan Rumessy; Pantai Rolex Tidak Memenuhi Standar Fungsional Ruang Publik

WARTARAKYAT.ID – Kota Bula yang merupakan ibukota kabupaten Seram Bagian Timur adalah salah satu kota di Maluku yang berusaha memenuhi kebutuhan ruang publik (public space) sebagai wadah untuk berinteraksi sosial bagi masyarakatnya.

Salah satu lingkungan binaan di wilayah pesisir Kota Bula yang sedang tumbuh berkembang sebagai ruang publik adalah tepi pantai Rolex yang terletak bersisian dengan Jalan Pasar Gumumae.

Meskipun penetapan kawasan Pantai Rolex sebagai ruang publik telah memiliki landasan hukum, namun pemanfaatan ruang publik tepi pantai Rolex terlihat masih belum berfungsi maksimal dan dikhawatirkan tidak memenuhi standar fungsional sebuah ruang publik.

Terdapat beberapa potensi permasalahan pada tepi pantai Rolex yang dapat menurunkan kualitas visual, lingkungan dan sosial ekonomi kawasan, yaitu ketidakteraturan perparkiran, keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang
berjualan di pedestrian dan bahu jalan serta fasilitas umum yang tidak terawat.

Baca Juga :  Awalnya Diundang, Malah Dilarang Meliput Di Lapas Kelas IIB Manokwari

Bertolak dari potensi permasalahan tersebut, Ketu Umum Gerakan Pemuda Islam (GPI) Kabupaten Seram Bagian Timur, Dahlan Rumesy, menyarankan kepada pemerintah daerah agar mewujudkan struktur tata ruang yang merupakan unsur-unsur pembentuk zona lingkungan alam, lingkungan sosial dan lingkungan hirarkis serta pola pemanfaatan
ruang yang meliputi lokasi, sebaran pemukiman, tempat kerja, aktifitas industri serta pola penggunaan lahan lainnya di sepanjanh pantai rolex.

Menurut Rumesy, saat diwawancarai media ini, disekretariat GPI Jl. Wailola, pada Selasa, (1/3/22) mengatakan. skema struktur fungsional Pantai Rolex haruslah mempertimbangkan ketersediaan tempat berjalan kaki yang nyaman bagi pengguna ruang publik sehingga mendukung terbentuknya kehidupan sosial sebagai esensi jalan atau ruang publik.

Baca Juga :  Pengucapan Jancuk Yang Baik dan Benar Menurut Ejaan Suroboyo Asli

Selain itu Rumesy menambahkan, adanya kenyamanan fisik yang disesuaikan dengan kondisi iklim setempat, kualitas ruang yang mendukung terciptanya ruang yang manusiawi dengan pertimbangan adanya
kompleksitas, kebutuhan akan orientasi, penandaan, dan detail-detail tertentu dan Pendefinisian ruang yang baik, secara vertikal maupun horizontal.

Sehingga itu lanjutnya, apa yang diamati saat ini, bergeser dan keluar jauh dari skema fungsional ruang publik yang berada di areal Pantai Rolex, sehingga itu Dirinya berharap ada tindakan tegas pemerintah Daerah, untuk menertibkan serta memperbaiki bentuk fisik agar standar pantai rolex sebagai ruang publik dapat terpenuhi. (RED)

Loading...